Minggu, 18 Mei 2014

2 Tahun Kebelakang

Ngga kerasa ya? 2 tahun aku nungguin kamu. Aku masih setia disini, masih. Masih sayang, masih sama rasa ini, masih sama seperti 2 tahun kebelakang.
Aku mengenalmu singkat. Tak seperti sinetron bertemu tatap muka atau sebagainya tapi lebih tepatnya aku yang memperhatikan kamu dahulu. Pertama kali aku melihatmu, kamu udah bikin aku tergila-gila. Tak banyak cakap kamu langsung memenuhi otakku. Memoriku penuh dengan wajah, senyum dan tawamu. Aku sadar aku mulai menyukaimu. Tadinya ini bercanda, aku berpura-pura bermain api tapi ternyata apinya balik menyambarku.
Sepertinya Aku mencintaimu.
Tiba-tiba tanpa aku sadari candaan ku terlalu berlebih, kamu mengusirku dari kehidupanmu. kamu sedikit demi sedikit mulai menjauh dan akhirnya mungkin hilang. Kamu tak pernah ada kabar seperti dulu, tak pernah ku baca lagi candaan kita.
Kamu tau? Saat pertama kali kamu memilih untuk mengusirku dari hidupmu? Aku terdiam, Aku tak banyak bicara tapi entah mengapa rasanya hati ini tertusuk ribuan jarum, hati ini menjerit. Sangat pedih. Aku kelam. Aku linglung antara meneruskan perasaan ini atau mundur mencari yang lain.
Namun keyakinan hadir entah dari mana. Ada rasa aku harus meneruskan 'Rasa Ini'. Yah aku bertahan. Ini pertama kali aku lebih tegar dalam mencintai seseorang. Hari demi hati aku lewati dengan mencintai kamu. Mencintai orang yang tak mau lagi kenal dengan ku. Sakit memang, tapi aku harus berusaha tegar. Sudahlah aku harus menelan sakit ini demi kamu. Ini pilihanku yang aku harap bisa menjadi yang terbaik nanti.
Tapi aku mengingat janji mencintaimu, mencintai kamu dengan tulus. Jika sudah mengingat janji itu aku hanya tersenyum kecut berusaha bangkit dengan ikhlas.
Seiring berjalannya waktu, aku terus mencintai kamu, jatuh bangun aku hadapi hanya demi kamu. Hingga mungkin kamu tak tau bahwa aku masih sangat memperjuangkan kamu, sampai detik ini. Mungkin saat itu aku hanya memperjuangkanmu dalam do'a, aku takut jika dengan aku bertindak kamu malah akan tambah mmbenciku lagi, menjauh... sangat jauh. Entah sampai kapan aku seperti ini, terus diam tanpa ada usaha sedikitpun. . Dalam 2 tahun aku memperjuangkan kamu, memang aku sadar aku bodoh. Aku sadar, tapi... hatiku yang tak pernah sadar. Aku tak bisa membuka hati untuk orang lain kecuali kamu.
Sekian lama aku menunggu, akhirnya tiba saat itu, kamu kembali menghubungiku. Yah terbesit kebahagiaan dariku. Aku kira kita bakal jd sepasang kekasih tapi nyatanya... Aku pun tak tau pasti nantinya...
Oke aku hanya tarik nafas, tetap tegar. Yah aku yang harusnya lebih dewasa lagi. Saat ini aku mulai merasa bingung. Sangat bingung. Entah apalagi ini?

Aku akan berusaha melupakanmu jika suatu saat kamu memang tak ditakdirkan bersamaku mngkin, tapi entah... Aku hanya mempercayai waktu mempercayai kehendak Tuhan. Karena rasa ini pun dari Tuhan yang dititipkan terhadapku untuk selalu mencintai kamu. Aku tak tau. Aku memperjuangkan orang yang tepat atau tidak, aku tak pernah tau. Yang aku tau, aku mencintai kamu dari pertama kita bertemu hingga detik ini. Esok atau lusa? Biar hati, waktu dan kehendak Tuhan yang menjawabnya... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar